Kemahiran Komunikasi Wujudkan Harmoni Sosial

image

           Kemahiran Berkomunikasi               Wujudkan Harmoni Sosial

 

 

 

Oleh : Eki Baihaki, Drs.,M.Si

 

 

Karena untuk berbicara, Orang harus lebih dahulu mendengarkan

Belajarlah bicara dengan mendengarkan

 

                                              -Jalaluddin Rumi

Pendahuluan

Berbicara sepertinya adalah hal yang biasa, tetapi berkomunikasi secara cerdas membutuhkan pemahaman dan apresiasi diri dalam setiap aktivitas komunikasi. Kebanyakan orang hanya mampu berbicara namun tidak dapat mencerna kata-kata yang telah diucapkannya, sehingga tidak jarang akibat dari ucapan menimbulkan beragam masalah, sebagaimana dalam sejarah manusia dikenal istilah tabalbul.

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting, karena kesuksesan seseorang atau suatu organisasi dapat diraih melalui komunikasi. Untuk itu kita membutuhkan kecerdasan atau kemahiran berkomunikasi yang merupakan upaya memadukan kekuatan yang kita miliki dengan keinginan orang lain. Kecerdasan komunikasi muncul setelah kita memahami apa sesungguhnya yang harus kita lakukan dalam membangun suatu pengertian dan harmoni dalam atmosphere dunia yang penuh konflik.                              

Berkomunikasi dengan cerdas bukanlah hal yang mudah? Bisa saja kita setiap hari bertemu dengan seluruh anggota keluarga atau orang lain, namun belum tentu kita mampu saling berbicara dari hati ke hati satu sama lain. Komunikasi juga harus berkualitas demi keberhasilan dari komunikasi itu sendiri.’’Komunikasi yang efektif, dapat mendorong terciptanya harmonisasi antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender ), pesan yang dikirimkan (message ), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (communication channel ), penerima pesan (receiver ), dan umpan balik (feedback ). Pesan tersebut disampaikan melalui suatu media komunikasi, sehingga dapat diterima dengan baik oleh si penerima, dan menghasilkan umpan balik yang berguna bagi si pengirim pesan.

Distorsi Komunikasi

Siapa tak kenal Babilon? Negara besar, kuat dan  maju, pada masa 5 ribu tahunan sebelum Masehi. Dari negara yang terletak di lembah Mesopotamia, disepanjang aliran Sungai Eufrat dan Sungai Tigris yang melahirkan tokoh termasyhur dalam sejarah, yaitu Hammurabi, orang pertama kali membuat undang-undang tertulis. Code (hukum) Hammurabi menjadi sumber acuan para pakar hukum di zaman-zaman selanjutnya, dalam menyusun kitab-kitab hukum dan undang-undang. Namun keperkasaan Babilon hilang lenyap, hanya oleh sejenis penyakit yang tak terduga. Istilah Arab menyebutnya penyakit tabalbul . Dalam bahasa Belanda babylonnische taalverwarring . Artinya, keseleo lidah dalam mengucapkan kata dan kalimat sehingga menimbulkan salah pengertian, mengundang perdebatan bertele-tele, atau meninggalkan inti substansi persoalan yang dibicarakan. Melantur ke mana-mana. Banyak omong tak karuan. Akibatnya bukan main. Penduduk Babilon saling berperang satu sama lain. Babilon runtuh. Negara-negara dan bangsa-bangsa lain, bermunculan di atas puing-puingnya. Begitu terus berganti-ganti. Terakhir, Babilon menjadi negara Irak, yang sekarang masih dilanda perang saudara diantara sesama mereka, pasca invasi Amerika. Mungkin terkena "tulah Babilon". Tapi kini yang paling mengkhawatirkan "tulah Babilon" dalam bentuk penyakit tabalbul, penyakit babylonische taalverwaring . Penyakit yang menyebar keseluruh dunia, bahkan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dan masyarakat kita, tak ketinggalan terjangkit epidemi tabalbul.Hal itu tampak dari ucapan, sikap dan keputusan yang muncul pada setiap peristiwa penting. Semua dipublikasikan secara gamblang, diperbincangkan,diwacanakan, kemudian lenyap tak berbekas. Muncul lagi peristiwa baru. Ramai dijadikan sumber berita, dikomentari, dikritik, hilang lagi. Begitu terus berulang-ulang. Setiap peristiwa nyaris tak punya substansi pokok. Sehingga tak punya solusi akhir. Perkataan awal a, b, c, d. Perkataan kedua e, f, g, h. Padahal yang mengatakan masih orang itu-itu juga. Lama-kelamaan orang bosan juga. Karena tak pernah terselesaikan akibat "permainan kata" dan "permainan pengertian" yang mengandung "tulah Babilon", akhirnya terjadilah endapan persoalan. Endapan yang berangsur-angsur menimbulkan karat pengganggu keharmonisan rotasi alam dan kehidupan manusia. Akibat selanjutnya dari disharmonisasi yang dibiarkan terus menggejala, dapat dibayangkan. Rotasi alam dan kehidupan manusia akan mengalami ketimpangan yang berujung kepada kehancuran. Persis seperti yang terjadi di Babilon pada masa lampau.        Sering kali kita benar-benar salah memahami apa yang dikatakan orang lain kepada kita. Sudah berapa kali kita salah memahami perkataan  orang lain? atau orang salah memahami yang kita katakan kepada mereka? salah menafsirkan makna ucapan kita atau ucapan orang kepada kita?. Bahasa memang rumit karena ada masalah-masalah seperti pengucapan, kosakata yang terbatas, arti ganda, slang, dan banyak lagi lainnya yang mengganggu kemampuan kita untuk saling memahami. 

Mokusatsu dalam bahasa Jepang berarti "menanggapi dengan diam". Tahukah Anda? Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab peristiwa pemboman Hiroshima dan Nagasaki. Ketika perang terus berkecamuk, Jepang yang pada saat itu sedang melawan Amerika dan Sekutu memperebutkan daerah-daerah di pasifik dan Asia Tenggara, didesak pertahanannya dengan ancaman ultimatum dari Amerika. Amerika mengisyaratkan kekalahan Jepang dan menegaskan bahwa Jepang harus segera menyerah tanpa syarat (Unconditional Surrender), namun pihak Jepang sendiri menjawabnya dengan kata "Mokusatsu”.                                                         

Dalam kebudayaan Jepang, istilah atau kata "mokusatsu" merupakan kata yang mengisyaratkan penegasan bahwa ia menanggapi namun harus berpikir sejenak. Namun di lain pihak, Amerika menerjemahkan kata "mokusatsu" sebagai penolakan Jepang terhadap ultimatum Amerika. Kontan Amerika yang mendengar jawaban tersebut langsung mengambil tindakan untuk menyerang Jepang dengan menggunakan senjata pemusnah masal yaitu bom atom, karena jawaban "mokusatsu" dari pihak Jepang tersebut dinilai Amerika sebagai pelecehan. Memang secara bahasa, "mokusatsu" berarti "membunuh dengan diam", mungkin Amerika menangkap pernyataan Jepang ini sebagai ancaman balik terhadap ultimatum, sehingga timbul kesalahpahaman, padahal kata "mokusatsu" itu sendiri diucapkan sebagai tanggapan bahwa Jepang akan mempertimbangkan ultimatum tersebut. Misinterpretasi kata "mokusatsu" ini menjadi salah satu hal yang menyebabkan peristiwa besar yang tragisdalam sejarah.                                      

Kemahiran Berkomunikasi 

Seorang pakar komunikasi mengatakan, “Kemampuan menyampaikan ide hampir sama pentingnya dengan ide itu sendiri” . Artinya sebuah ide yang bagus, menarik, dan penting ternyata akan kurang bermakna jika disampaikan oleh seseorang yang kemampuan komunikasinya terbatas. Akan tetapi sebuah ide yang sederhana, bahkan kurang penting, akan terkesan luar biasa jika disampaikan dengan teknik komunikasi yang baik.                                                                         

Perhatikan bahasa tubuh, dari bahasa tubuh orang akan tahu bahwa Anda percaya diri, pintar, dan bersemangat, atau justru sebaliknya. Karena, hanya sebagian kecil dari komunikasi melibatkan kata-kata yang aktual. Tepatnya hanya 7 persen. Sisanya? Sebanyak 55 persen dari komunikasi adalah visual (bahasa tubuh, kontak mata) dan 38 persen berupa vokal (titinada, kecepatan, volume, dan nada). Yang jelas, komunikator eksekutif dunia terbaik memiliki bahasa tubuh yang kuat, yang merefleksikan rasa percaya diri, kompeten, serta penuh karisma.  

Lebih dari kata-kata masalah dari bahasa tubuh adalah tidak terlalu menyampaikan apa yang sungguh-sungguh Anda rasakan. Misalnya, membiarkan tangan tetap di dalam saku dapat memberi kesan Anda sebetulnya merasa tidak aman, padahal hal ini belum tentu benar. Atau tidak menatap lawan bicara karena Anda sedang sibuk dengan catatan Anda, bisa membuat orang lain berpikir, ada sesuatu yang Anda sembunyikan dari mereka. Bisa juga posisi duduk yang santai karena lelah justru membuat lawan bicara beranggapan Anda tidak tertarik dengan apa yang dibicarakannya.

Sebaliknya, bahasa tubuh yang kuat dan efektif dapat membantu menciptakan hubungan yang cepat dengan para pendengar, memperlihatkan rasa percaya diri pada pesan yang Anda sampaikan. Perhatikan foto mantan Presiden Soekarno pada saat berpidato, betapa dia memperlihatkan rasa percaya diri kuat, optimisme, kekuasaan, sekaligus kekuatan. Jadi, mulailah mempelajari dan mempraktekkan bahasa tubuh     Pandangan mata diperlukan, karena setiap orang ingin merasa istimewa setiap orang ingin merasa Anda berbicara dengannya secara langsung atau bahwa mereka merupakan orang yang paling penting selama berbicara dengannya.

Mengalihkan kontak mata merupakan cara yang yang paling ampuh untuk memutuskan pembicaraan. Pada saat presentasi, tujukan beberapa komentar Anda pada satu sisi lalu alihkan pandangan mata ke bagian tengah ruangan, kemudian alihkan lagi ke sisi yang satunya lagi. Pilih satu orang di tiap bagian dan arahkan mata Anda kepada mereka saat Anda menyampaikan sambutan. Orang yang berada di sekitarnya akan merasa Anda memberikan kontak mata kepada mereka. 

Lakukan persiapan , dengan mempertahankan kontak mata pada saat melakukan presentasi memerlukan persiapan. Anda harus ingat garis besar dari materi yang Anda sampaikan, karena bila tidak Anda akan terpaku pada membaca dan tidak menciptakan hubungan dengan pendengar Anda. Pastikan Anda tahu apa yang Anda catat sehingga tidak selalu harus membacanya.

Jangan terpengaruh dan jangan biarkan apa pun mengganggu konsentrasi Anda dan pendengar.   Melipat tangan, berdiri di belakang podium atau kursi, berbicara kepada seseorang dari balik komputer, merupakan contoh yang menggambarkan adanya penghalang antara Anda dan lawan bicara. Semarakkan diri anda dengan menggunakan lebih banyak gerakan tangan. Gerakan memberikan keyakinan pada pendengar terhadap pembicara.Lihat Contoh Perhatikan orang-orang penting seperti Bill Clinton, Tony Blair, atau pembicara penuh kharisma lainnya. Selain gerakan tangan, gerakkan pula anggota tubuh lainnya. Pembicara yang hebat berjalan di dalam ruangan, menunjuk slide, bukan membaca, atau memegang bahu seseorang. Jangan gerakkan slide, tapi gerakkan tubuh Anda! 

                          .
Hukum Komunikasi Efektif                                                                                              

Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dalam berkomunikasi dapat kita rangkum dalam satu kata, yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble ), yang berarti merengkuh atau meraih. Hukum pertama dalam berkomunikasi adalah Respect. Respect merupakan sikap hormat dan sikap menghargai terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap (attitude ) menghormati dan menghargai lawan bicara kita karena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan orang tersebut. Samuel Johnson mengatakan bahwa ”There will be no RESPECT without TRUST, and there is no trust without INTEGRITY.”                        

Hukum kedua adalah Empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message ) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. Prinsip dasar dari hukum kedua ini adalah ”Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.” ”Seek first to understand then be understood to build the skills of emphatetic listening that inspires openness and trust .” (Stephen Covey). 

Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback ) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.Hukum ketiga adalah Audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan hukum ini dalam mengirimkan pesan adalah: 

1.    Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti

2.    Fokus pada informasi yang penting

3.    Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan tersebut

4.    Taruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan lingkungan di sekitar Anda

5.    Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul

6.            Selalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan (backup )                            Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity ). Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity , sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice ) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan. Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu:

  1. Tentukan goal yang jelas
  2. Luangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita
  3. Penuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai
  4. Buat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan
  5. Pesan yang disampaikan harus fleksibel

Hukum kelima dalam komunikasi adalah sikap rendah hati (Humble ). Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respons yang positif dari si penerima pesan.

Kemahiran komunikasi juga dicontohkan oleh Rasullulah, Anas bin Malik memaparkan bahwa apabila Nabi Muhammad (saw) harus menyampaik sesuatu, beliau selalu mengulangi perkataannya tiga kali sehingga benar-benar dipahami. bila berjumpa orang-orang, beliau menyapa mereka tiga kali. (HR. Bukhari) Aisyah berkata, “Kata-kata Rasulullah adalah kata-kata yang jelas, yang dapat dipahami oleh semua orang yang mendengarkan.” (menurut imam Adh-Dhahbi sanad hadits ini baik. Hal ini disebutkan dalam buku yang berjudul Al-Muhadhdhab)

 

Daftar Pustaka

Endang Lestari G, dan MA. Maliki, (2001), Komunikasi yang Efektif, LANRI,    Jakarta. 

Steven R. Covey,  7 Habits of Highly Effective People , Powerful Lessons I  Personal Change, (1997), Franklin Covey Co.

Yvonne Oswald, (2008) Keajaiban Kata-Kata, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

 

*Makalah yang disampaikan dalam rangka Seminar Internasional dan  Kerjasama Tridharma Perguruan tinggi UNLA-University Teknikal Malaysia Melaka             Sabtu, 25 Juli 2009.

Tue, 17 Jan 2012 @06:13


1 Komentar
image

Fri, 6 Dec 2013 @00:31

goezti

saya akui anda hebat tapi saya yakin saya bisa lebih hebat


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+4+4

Saran & komentar
ALBUM

Copyright © 2017 ekibaihaki · All Rights Reserved